Olahraga yang Sesuai untuk Diabetes

PENDERITA diabetes mellitus sering disarankan untuk berolahraga. Namun, tidak serta merta olahraga bisa menolong penderita diabetes. Dalam kondisi tertentu, penderita diabetes juga dilarang melakukan sembarang olahraga. Khususnya, yang mengundang risiko cedera seperti pendarahan retina hingga kematian.

Dr Irfanuddin SpKO mengatakan perlunya sikap kehati-hatian untuk memilih olahraga yang sesuai. Dokter spesialis kesehatan olahraga ini menyarankan penderita diabetes menghindari olahraga yang mengundang risiko cedera, seperti angkat beban.

Olahraga yang disarankan bagi penderita diabetes ada empat jenis. Yakni jogging, jalan kaki, senam, dan renang. Selain olahraga tersebut, penderita tak disarankan melakukannya. Umumnya, penderita diabetes juga disarankan melakukan olahraga ringan seperti senam kaki atau senam khusus yang diberi nama senam sepuluh menit.
“Intinya, olahraga yang aman untuk diabetes adalah yang sifatnya aerobatik sehingga aman,” tandasnya kepada Sumatera Ekspress kemarin.

Meski jenis olahraga ringan cenderung aman, pasien diabetes dianjurkan untuk mengecek kondisinya sebelum berolahraga. Terutama untuk mengetahui kondisi kadar gula darah si penderita. Penderita yang kadar gula darahnya sedang melonjak tinggi, hingga 300 ml/dl, dianjurkan untuk tak melakukan olahraga dulu.
Bila ini dilanggar, kata Irfan, bisa menimbulkan reaksi hormonal yang justru bisa menekan produksi insulin. Bisa dibayangkan, akibatnya, gula darah bukannya turun malah sebaliknya akan melonjak naik.

“Memang olahraga ini penting karena bisa meningkatkan produksi insulin. Tetapi dalam kondisi gula darah tinggi, yang terjadi malah reaksi kebalikannya,” papar Irfan.
Karena itu, umumnya penderita diabetes disarankan untuk mengontrol kondisi gula darah mereka sebelum, sedang serta setelah melakukan olahraga. Karena, aktivitas tersebut bisa membawa pengaruh terhadap kondisi gula darah penderita diabetes, hingga 24 jam sesudahnya.

Irfan sendiri menilai, umumnya risiko akibat olahraga ini terjadi pada pasien di atas usia 50 tahun. Sedangkan penderita dengan usia di bawahnya, umumnya masih relatif aman.

Komplikasi lain yang bisa muncul akibat olahraga yang tidak tepat adalah neoropati, yakni cedera akibat berkurangnya reflek penderita diabetes. Komplikasi ini, menurut Irfan, dipengaruhi oleh berkurangnya sensitifitas syaraf penderita diabetes. Sehingga, mereka tidak bisa segera menghindari bahaya yang menyerang tubuhnya.

Karena itu, para penderita diabetes disarankan melakukan olahraga di bawah pengawasan orang lain. Terutama bila olahraga mereka ini dilakukan di rumah. (14)
Ref: Sumatera Ekspress – Rabu, 21 Mei 2008

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Olah Raga Diabetes dan tag , , , , . Tandai permalink.