<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>sehat diabetes</title>
	<atom:link href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com</link>
	<description>pengobatan herbal diabetes mellitus</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 13:59:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sehatdiabetes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>sehat diabetes</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/osd.xml" title="sehat diabetes" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sehatdiabetes.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merawat Kaki Diabetes Mellitus &#8220;Penyakit Gula&#8221;</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/27/merawat-kaki-diabetes-mellitus-penyakit-gula/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/27/merawat-kaki-diabetes-mellitus-penyakit-gula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 13:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[diabetic foot]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan pembuluh darah]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[luka pada kaki]]></category>
		<category><![CDATA[mengontrol keadaan kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[olah raga kaki diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan agar tidak terjadi amputasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit gula]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan kaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[ISTILAH penyakit gula atau kencing manis (diabetes melitus = DM) tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menurut laporan dari beberapa tempat di Indonesia, angka kejadian dan komplikasi DM cukup tersebar sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu masalah nasional &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/27/merawat-kaki-diabetes-mellitus-penyakit-gula/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=567&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"></h2>
<p style="text-align:justify;">ISTILAH penyakit gula atau kencing manis (diabetes melitus = DM) tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menurut laporan dari beberapa tempat di Indonesia, angka kejadian dan komplikasi DM cukup tersebar sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu masalah nasional yang harus mendapat perhatian.</p>
<p>Gangguan kesehatan komplikasi DM antara lain gangguan mata (retinopati), gangguan ginjal (nefropati), gangguan pembuluh darah (vaskulopati), dan kelainan pada kaki. Komplikasi yang paling sering adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak bawah yang disebut kaki diabetik (diabetic foot).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kondisi keadaan kaki diabetik, yang terjadi adalah kelainan persarafan (neuropati), perubahan struktural, tonjolan kulit (kalus), perubahan kulit dan kuku, luka pada kaki, infeksi dan kelainan pembuluh darah. Keadaan kaki diabetik lanjut yang tidak ditangani secara tepat dapat berkembang menjadi suatu tindakan pemotongan (amputasi) kaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Adanya luka dan masalah lain pada kaki merupakan penyebab utama kesakitan (morbiditas), ketidakmampuan (disabilitas), dan kematian (mortalitas) pada seseorang dengan diabetes.<span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pencegahan agar tidak terjadi amputasi sebenarnya sangat sederhana, tetapi sering terabaikan. Kunci yang paling penting adalah mencegah terjadinya luka pada kaki. Pencegahan ini secara langsung akan mengurangi kemungkinan amputasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dasar terjadinya kaki diabetik adalah adanya suatu kelainan pada saraf, kelainan pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi. Dari ketiga hal tersebut, yang paling berperan adalah kelainan pada saraf, sedangkan kelainan pembuluh darah lebih berperan nyata pada penyembuhan luka sehingga menentukan nasib kaki. Keadaan kelainan saraf dapat mengenai saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf otonom.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila mengenai saraf sensoris akan terjadi hilang rasa yang menyebabkan penderita tidak dapat merasakan rangsang nyeri sehingga kehilangan daya kewaspadaan proteksi kaki terhadap rangsang dari luar. Akibatnya, kaki lebih rentan terhadap luka meskipun terhadap benturan kecil. Bila sudah terjadi luka, akan memudahkan kuman masuk yang menyebabkan infeksi. Bila infeksi ini tidak diatasi dengan baik, hal itu akan berlanjut menjadi pembusukan (gangren) bahkan dapat diamputasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Gangguan pada serabut saraf motorik (serabut saraf yang menuju otot) dapat mengakibatkan pengecilan (atrofi) otot interosseus pada kaki. Akibat lanjut dari keadaan ini terjadi ketidakseimbangan otot kaki, terjadi perubahan bentuk (deformitas) pada kaki seperti jari menekuk (cock up toes), bergesernya sendi (luksasi) pada sendi kaki depan (metatarsofalangeal) dan terjadi penipisan bantalan lemak di bawah daerah pangkal jari kaki (kaput metatarsal). Hal ini menyebabkan adanya perluasan daerah yang mengalami penekanan, terutama di bawah kaput metatarsal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, kelainan saraf otonom bisa menyebabkan perubahan pola keringat sehingga penderita tidak dapat berkeringat, kulit menjadi kering, mudah timbul pecah-pecah pada kulit kaki, akibatnya mudah terkena infeksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, terjadi perubahan daya membesar-mengecil pembuluh darah (vasodilatasi-vasokonstriksi) di daerah tungkai bawah, akibatnya sendi menjadi kaku. Keadaan lebih lanjut terjadi perubahan bentuk kaki (Charchot), yang menyebabkan perubahan daerah tekanan kaki yang baru dan berisiko terjadinya luka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelainan pembuluh darah berakibat tersumbatnya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah, mengganggu suplai oksigen, bahan makanan atau obat antibiotika yang dapat menggagu proses penyembuhan luka. Bila pengobatan infeksi ini tidak sempurna dapat menyebabkan pembusukan (gangren). Gangren yang luas dapat pula terjadi akibat sumbatan pembuluh darah yang luas sehingga kemungkinannya dilakukan amputasi kaki di atas lutut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencegahan</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya pencegahan meliputi upaya pada penderita diabetes yang belum mengalami komplikasi kaki diabetik, yaitu dengan cara tetap mengontrol keadaan kadar gula darahnya dengan diet dan atau pemberian obat yang teratur dari dokter, sedangkan upaya pencegahan pada penderita diabetes dengan komplikasi kaki diabetik sama dengan yang belum mengalami komplikasi, hanya ditambah dengan perawatan kaki yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Penderita DM harus disadari bahwa kegiatan perawatan kaki merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Caranya:</p>
<p style="text-align:justify;">- Periksalah kaki setiap hari terutama telapak kaki, jari kaki, dan sela jari kaki. Pemeriksaan dilakukan di tempat yang terang dan untuk memudahkan pemantauan gunakan cermin. Perhatikan apakah luka atau tidak, kulit kemerahan atau penebalan kulit. Bersihkan kaki dengan sabun dan air hangat (jangan air panas), keringkan dengan handuk halus.</p>
<p style="text-align:justify;">- Perawatan kuku dilakukan setiap hari bersamaan dengan perawatan kulit kaki. Saat pemotongan kuku, jika kuku terlalu keras dan kotor, rendam dalam air sabun hangat selama 5 menit agar kotoran mudah lepas dan kuku menjadi agak lunak. Jika penglihatan penderita terganggu, sebaiknya minta tolong pada orang lain untuk memotong kukunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Arah pemotongan kuku sesuai dengan bentuk kuku. Jika ditemukan adanya kelainan kuku atau luka dianjurkan berkonsultasi ke dokter. Pada kulit kering dapat ditambahkan lotion, kecuali pada sela jari dan bila kulit sudah pecah-pecah atau luka terbuka. Jangan memakai powder karena dapat menjadi lebih kering dan merupakan bahan iritan kulit.</p>
<p style="text-align:justify;">- Sepatu yang dipakai harus sesuai dengan bentuk dan besarnya kaki. Hal ini dapat dilihat dari gambaran telapak kaki yang dibuat pada kertas yang dapat dibuat sendiri. Permukaan atas sepatu harus lunak, bagian tumit sepatu harus kokoh agar kaki stabil, bagian alas sepatu yang bersentuhan dengan kaki (insole) permukaannya harus sesuai dengan bentuk permukaan telapak kaki yang normal, yaitu memiliki kelengkungan (arch support).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelengkungan ini seluruh permukaan telapak kaki akan tertahan dengan baik dan benar. Alas sepatu ini harus dilapisi dengan bahan yang halus dan empuk agar permukaan telapak kaki tidak lecet. Apabila sepatu yang dipakai baru dibeli, sebaiknya pada pemakaian awal diperiksa adakah daerah kemerahan akibat penekanan yang berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila memakai kaus kaki, sebaiknya memakai kaus kaki dari bahan katun yang dapat menyerap keringat. Tebal kaus kaki harus sesuai dengan sepatu yang dipakai, jangan terasa sempit.</p>
<p style="text-align:justify;">- Lakukan olah raga kaki diabetes yang baik dan benar. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Tujuan olah raga bagi penderita DM adalah melancarkan aliran darah kaki sehingga nutrisi terhadap jaringan lebih lancar, menguatkan otot betis dan telapak kaki sehingga sewaktu berjalan kaki menjadi lebih stabil, menambah kelenturan sendi sehingga kaki terhindar dari sendi kaku, memelihara fungsi saraf. Latihan ini bermanfaat agar koordinasi gerak tetap terpelihara, meningkatkan ketahanan jantung dan paru sehingga daya tahan aktivitas fisik bertambah, menambah toleransi jalan, dan meningkatkan skill dan motivasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah luka sembuh, persoalan kaki diabetik belumlah selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah usaha untuk mencegah terjadinya kembali luka pada kaki. Usaha ini pada kaki diabetik bahkan harus sudah dimulai jauh hari sebelum terjadinya luka. Dengan mengetahui berbagai permasalahannya, usaha pencegahan dapat direncanakan dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">dr. Tertianto Prabowo, Sp.R.M./dokter di Sony Sugema Health &amp; Medical Clinic (SSHMC) Bandung.<br />
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com Suplemen Hikmah</p>
<p><strong>Merawat Kaki Diabetes Mellitus &#8220;Penyakit Gula&#8221;</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=567&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/27/merawat-kaki-diabetes-mellitus-penyakit-gula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Merawat Kaki Penderita Diabetes Mellitus &#8220;Kencing Manis&#8221;</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/cara-merawat-kaki-penderita-diabetes-mellitus-kencing-manis/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/cara-merawat-kaki-penderita-diabetes-mellitus-kencing-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[amputasi kaki]]></category>
		<category><![CDATA[diabetic foot]]></category>
		<category><![CDATA[Kelainan pembuluh darah]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi DM]]></category>
		<category><![CDATA[pembusukan gangren]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan agar tidak terjadi amputasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit gula]]></category>
		<category><![CDATA[proses penyembuhan luka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[ISTILAH penyakit gula atau kencing manis (diabetes melitus = DM) tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menurut laporan dari beberapa tempat di Indonesia, angka kejadian dan komplikasi DM cukup tersebar sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu masalah nasional &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/cara-merawat-kaki-penderita-diabetes-mellitus-kencing-manis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=562&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"></h2>
<p style="text-align:justify;">ISTILAH penyakit gula atau kencing manis (<strong>diabetes melitus</strong> = DM) tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menurut laporan dari beberapa tempat di Indonesia, angka kejadian dan komplikasi DM cukup tersebar sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu masalah nasional yang harus mendapat perhatian.</p>
<p>Gangguan kesehatan komplikasi DM antara lain gangguan mata (retinopati), gangguan ginjal (nefropati), gangguan pembuluh darah (vaskulopati), dan kelainan pada kaki. Komplikasi yang paling sering adalah terjadinya perubahan patologis pada anggota gerak bawah yang disebut kaki diabetik (diabetic foot).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kondisi keadaan kaki diabetik, yang terjadi adalah kelainan persarafan (neuropati), perubahan struktural, tonjolan kulit (kalus), perubahan kulit dan kuku, luka pada kaki, infeksi dan kelainan pembuluh darah. Keadaan kaki diabetik lanjut yang tidak ditangani secara tepat dapat berkembang menjadi suatu tindakan pemotongan (amputasi) kaki.</p>
<p style="text-align:justify;">Adanya luka dan masalah lain pada kaki merupakan penyebab utama kesakitan (morbiditas), ketidakmampuan (disabilitas), dan kematian (mortalitas) pada seseorang dengan diabetes.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencegahan agar tidak terjadi amputasi sebenarnya sangat sederhana, tetapi sering terabaikan. Kunci yang paling penting adalah mencegah terjadinya luka pada kaki. Pencegahan ini secara langsung akan mengurangi kemungkinan amputasi.<span id="more-562"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dasar terjadinya kaki diabetik adalah adanya suatu kelainan pada saraf, kelainan pembuluh darah dan kemudian adanya infeksi. Dari ketiga hal tersebut, yang paling berperan adalah kelainan pada saraf, sedangkan kelainan pembuluh darah lebih berperan nyata pada penyembuhan luka sehingga menentukan nasib kaki. Keadaan kelainan saraf dapat mengenai saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf otonom.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila mengenai saraf sensoris akan terjadi hilang rasa yang menyebabkan penderita tidak dapat merasakan rangsang nyeri sehingga kehilangan daya kewaspadaan proteksi kaki terhadap rangsang dari luar. Akibatnya, kaki lebih rentan terhadap luka meskipun terhadap benturan kecil. Bila sudah terjadi luka, akan memudahkan kuman masuk yang menyebabkan infeksi. Bila infeksi ini tidak diatasi dengan baik, hal itu akan berlanjut menjadi pembusukan (gangren) bahkan dapat diamputasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Gangguan pada serabut saraf motorik (serabut saraf yang menuju otot) dapat mengakibatkan pengecilan (atrofi) otot interosseus pada kaki. Akibat lanjut dari keadaan ini terjadi ketidakseimbangan otot kaki, terjadi perubahan bentuk (deformitas) pada kaki seperti jari menekuk (cock up toes), bergesernya sendi (luksasi) pada sendi kaki depan (metatarsofalangeal) dan terjadi penipisan bantalan lemak di bawah daerah pangkal jari kaki (kaput metatarsal). Hal ini menyebabkan adanya perluasan daerah yang mengalami penekanan, terutama di bawah kaput metatarsal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, kelainan saraf otonom bisa menyebabkan perubahan pola keringat sehingga penderita tidak dapat berkeringat, kulit menjadi kering, mudah timbul pecah-pecah pada kulit kaki, akibatnya mudah terkena infeksi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, terjadi perubahan daya membesar-mengecil pembuluh darah (vasodilatasi-vasokonstriksi) di daerah tungkai bawah, akibatnya sendi menjadi kaku. Keadaan lebih lanjut terjadi perubahan bentuk kaki (Charchot), yang menyebabkan perubahan daerah tekanan kaki yang baru dan berisiko terjadinya luka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelainan pembuluh darah berakibat tersumbatnya pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah, mengganggu suplai oksigen, bahan makanan atau obat antibiotika yang dapat menggagu proses penyembuhan luka. Bila pengobatan infeksi ini tidak sempurna dapat menyebabkan pembusukan (gangren). Gangren yang luas dapat pula terjadi akibat sumbatan pembuluh darah yang luas sehingga kemungkinannya dilakukan amputasi kaki di atas lutut.</p>
<p style="text-align:justify;">Pencegahan Kaki Diabetes</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya pencegahan meliputi upaya pada penderita diabetes yang belum mengalami komplikasi kaki diabetik, yaitu dengan cara tetap mengontrol keadaan kadar gula darahnya dengan diet dan atau pemberian obat yang teratur dari dokter, sedangkan upaya pencegahan pada penderita diabetes dengan komplikasi kaki diabetik sama dengan yang belum mengalami komplikasi, hanya ditambah dengan perawatan kaki yang baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Penderita DM harus disadari bahwa kegiatan perawatan kaki merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Caranya:</p>
<p style="text-align:justify;">- Periksalah kaki setiap hari terutama telapak kaki, jari kaki, dan sela jari kaki. Pemeriksaan dilakukan di tempat yang terang dan untuk memudahkan pemantauan gunakan cermin. Perhatikan apakah luka atau tidak, kulit kemerahan atau penebalan kulit. Bersihkan kaki dengan sabun dan air hangat (jangan air panas), keringkan dengan handuk halus.</p>
<p style="text-align:justify;">- Perawatan kuku dilakukan setiap hari bersamaan dengan perawatan kulit kaki. Saat pemotongan kuku, jika kuku terlalu keras dan kotor, rendam dalam air sabun hangat selama 5 menit agar kotoran mudah lepas dan kuku menjadi agak lunak. Jika penglihatan penderita terganggu, sebaiknya minta tolong pada orang lain untuk memotong kukunya.</p>
<p style="text-align:justify;">Arah pemotongan kuku sesuai dengan bentuk kuku. Jika ditemukan adanya kelainan kuku atau luka dianjurkan berkonsultasi ke dokter. Pada kulit kering dapat ditambahkan lotion, kecuali pada sela jari dan bila kulit sudah pecah-pecah atau luka terbuka. Jangan memakai powder karena dapat menjadi lebih kering dan merupakan bahan iritan kulit.</p>
<p style="text-align:justify;">- Sepatu yang dipakai harus sesuai dengan bentuk dan besarnya kaki. Hal ini dapat dilihat dari gambaran telapak kaki yang dibuat pada kertas yang dapat dibuat sendiri. Permukaan atas sepatu harus lunak, bagian tumit sepatu harus kokoh agar kaki stabil, bagian alas sepatu yang bersentuhan dengan kaki (insole) permukaannya harus sesuai dengan bentuk permukaan telapak kaki yang normal, yaitu memiliki kelengkungan (arch support).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kelengkungan ini seluruh permukaan telapak kaki akan tertahan dengan baik dan benar. Alas sepatu ini harus dilapisi dengan bahan yang halus dan empuk agar permukaan telapak kaki tidak lecet. Apabila sepatu yang dipakai baru dibeli, sebaiknya pada pemakaian awal diperiksa adakah daerah kemerahan akibat penekanan yang berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila memakai kaus kaki, sebaiknya memakai kaus kaki dari bahan katun yang dapat menyerap keringat. Tebal kaus kaki harus sesuai dengan sepatu yang dipakai, jangan terasa sempit.</p>
<p style="text-align:justify;">- Lakukan olah raga kaki diabetes yang baik dan benar. Olah raga harus dilakukan secara teratur. Tujuan olah raga bagi penderita DM adalah melancarkan aliran darah kaki sehingga nutrisi terhadap jaringan lebih lancar, menguatkan otot betis dan telapak kaki sehingga sewaktu berjalan kaki menjadi lebih stabil, menambah kelenturan sendi sehingga kaki terhindar dari sendi kaku, memelihara fungsi saraf. Latihan ini bermanfaat agar koordinasi gerak tetap terpelihara, meningkatkan ketahanan jantung dan paru sehingga daya tahan aktivitas fisik bertambah, menambah toleransi jalan, dan meningkatkan skill dan motivasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah luka sembuh, persoalan kaki diabetik belumlah selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah usaha untuk mencegah terjadinya kembali luka pada kaki. Usaha ini pada kaki diabetik bahkan harus sudah dimulai jauh hari sebelum terjadinya luka. Dengan mengetahui berbagai permasalahannya, usaha pencegahan dapat direncanakan dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">dr. Tertianto Prabowo, Sp.R.M./dokter di Sony Sugema Health &amp; Medical Clinic (SSHMC) Bandung.<br />
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com Suplemen Hikmah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/562/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/562/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=562&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/cara-merawat-kaki-penderita-diabetes-mellitus-kencing-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Mujarab Diabetes Mellitus &#8220;kencing manis&#8221;</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/obat-mujarab-diabetes-mellitus-kencing-manis/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/obat-mujarab-diabetes-mellitus-kencing-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 15:09:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[faktor genetik]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[mengontrol gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan efektivitas kerja insulin]]></category>
		<category><![CDATA[merangsang produksi insulin]]></category>
		<category><![CDATA[merangsang sekresi insulin di]]></category>
		<category><![CDATA[meredakan kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[penghambat enzim alfa-glukosidase]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit komplikasi diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[sel-sel langerhans pankreas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Sendok dan garpu baru saja lepas dari genggaman tangan Aris Anwari. Direktur Kepatuhan Bank DKI itu usai menyantap makan siang. Ironisnya, ia malah lelah dan mengantuk. Keesokan harinya, saat bangun tidur, ia bergegas mengambil glukometer. Jarum runcing di ujung penlate &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/obat-mujarab-diabetes-mellitus-kencing-manis/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=554&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sendok dan garpu baru saja lepas dari genggaman tangan Aris Anwari. Direktur Kepatuhan Bank DKI itu usai menyantap makan siang. Ironisnya, ia malah lelah dan mengantuk. Keesokan harinya, saat bangun tidur, ia bergegas mengambil glukometer. Jarum runcing di ujung penlate (alat tusuk berbentuk pulpen, red) itu ditusukkan di jari tangan kanan. Beberapa saat darah segar mengucur.</p>
<p>Kedua matanya terbelalak melihat angka yang tertera di alat itu. Kadar gula darahnya 480 mg/dl. Itulah kadar gula tertinggi sejak ia mengidap <strong>diabetes mellitus</strong>. Ia hafal betul: mengantuk usai makan, kadar gula darah meningkat. Maklum, penyakit itu bersemayam di tubuhnya sejak 1985. Sejak itu pula ia terus-menerus mengkonsumsi obat antidiabetes. Frekuensinya 2 kali sehari, setelah makan siang dan sebelum tidur masing-masing 1 tablet.</p>
<p style="text-align:justify;">Demi mengontrol gula darahnya, ia rutin memeriksakan diri ke dokter setiap bulan. Namun, jika gula darah melonjak, ia mondar-mandir ke dokter setiap pekan. Selain memberi obat antidiabetes, dokter pun selalu menyarankan untuk mentaati diet dan berolahraga teratur.<span id="more-554"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Selain mengkonsumsi obat dokter, Aris rajin melakukan treadmill selama 40 menit setiap hari. Namun, upayanya hanya sanggup menurunkan kadar gula darah hingga 300 mg/dl. Setahun silam, koleganya menawarkan virgin coconut oil (VCO) yang konon berkhasiat menurunkan kadar gula darah. Karena aman dikonsumsi dengan obat dokter, ia pun membeli VCO kapsul. Setiap hari, Aris mengkonsumsi 2 kali yaitu saat pagi dan selepas makan malam masing-masing 2 kapsul.</p>
<p style="text-align:justify;">Setahun sudah Aris mengkonsumsi VCO, selama itu pula ia merasakan manfaat minyak kelapa murni itu. “Kadar gula darah menurun menjadi 140-200 mg/dl,” kata pensiunan Bank Indonesiaitu. Memang hasil itu masih di atas kadar normal, 70-110 mg/dl. “Saya suka makanan manis dan berlemak, jadi dietnya terkadang sering dilanggar,” tutur pria kelahiran Kudus itu. Namun, “Badan saya lebih fit dan jarang mengantuk lagi,” ujarnya.<br />
Glukosa terbuang</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Prof Drdr Susilo Wibowo SpAnd, spesialis andrologi dari Universitas Diponegoro, diabetes disebabkan kegagalan kelenjar pankreas memproduksi hormon insulin. Hormon itu berperan mengatur kadar gula darah. Jika kadar gula darah melebihi normal, menyebabkan ginjal ikut mengeluarkan gula bersamaan dengan urine.</p>
<p style="text-align:justify;">Gula bersifat menarik cairan sehingga volume air kemih berlebihan. Akibatnya, penderita kerap berurine. Karena kehilangan banyak cairan, penderita pun gampang haus. Di lain pihak, glukosa yang terbuang percuma bersama urine menyebabkan tubuh kehilangan energi. Penderita menjadi gampang lelah dan mudah lapar.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk pengobatan diabetes, para dokter menganjurkan 3 cara: pengaturan diet, penggunaan obat antidiabetes, dan olahraga. Menurut dr M Masjhoer MS Med SpFK, ahli farmakologi klinis di Universitas Diponegoro, obat antidiabetes yang biasa digunakan: golongan sulfonilurea, yang berperan merangsang produksi insulin; biguanida, menurunkan kadar glukosa pada hati; acarbose, menghambat penyerapan gula oleh saluran cerna; dan thiazolidinediones (TDZ), meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi output glukosa di hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaiman cara kerja VCO menuntaskan diabetes? Ahli andrologi RS Karyadi, Semarangitu menyebutkan asam laurat dan kaprilat pada minyak kelapa murni merangsang sekresi insulin di sel-sel langerhans pankreas.<br />
Cegah komplikasi</p>
<p style="text-align:justify;">Keampuhan VCO tak hanya sanggup mengontrol gula darah. Minyak perawan itu juga mampu mencegah timbulnya penyakit komplikasi diabetes. Tubuh yang mendapat asupan lemak jenuh rantai sedang-seperti VCO-mampu mencegah kerusakan hati akibat pemakaian alkohol dan stres oksidatif. Efek itu disebabkan kandungan asam linoleat VCO yang mencapai 1,3%.</p>
<p style="text-align:justify;">Asam linoleat bekerja dengan cara menurunkan peroksidasi lemak sehingga tidak terjadi reactive oxygen species (ROS)-seperti superoksida-yang terlalu tinggi. Produksi superoksida berlebih akan bereaksi dengan nitrit oksida (NO) membentuk formasi baru yaitu peroksinitritoksidan yang berifat toksik. Jika hal itu terjadi, maka muncul penyakit jantung, stroke, dan rusaknya kekebalan tubuh pada penderita diabetes.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain Aris Anwari, yang juga memilih pengobatan tradisional untuk mengatasi diabetes adalah dr Pieter A W Pattinama, MPH. Namun, ia menggunakan jeli teripang. Derita luka menganga di kaki akibat diabetes yang diidap sejak 1972, perlahan menutup. Kadar gula darah pun menurun drastis. Semula 500 mg/dl, menurun hingga 160 mg/dl dalam 2 bulan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Dr Ir M Ahkam Subroto, M App Sc, periset Bioteknologi LIPI, kandungan protein tinggi pada teripang yang mencapai 82%, baik diberikan kepada penderita diabetes. Protein tinggi berperan meregenerasi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Hasilnya, produksi insulin meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut dr Oetjoeng Handajanto, di Bandung, selain diberikan untuk konsumsi oral, jeli teripang juga digunakan untuk mengobati luka gangren pada penderita diabetes. Berkat kandungan kolagen yang tinggi, jaringan sel mati pada luka teregenerasi sehingga mempercepat penyembuhan.<br />
Buah merah</p>
<p style="text-align:justify;">Herbal lain yang juga berpotensi mengobati diabetes adalah buah merah. Hasil riset yang dilakukan Dr Ir M Ahkam Subroto M App Sc, menunjukkan, buah merah berpotensi mengontrol gula darah. “Ada2 strategi pengobatan diabetes, yaitu dipacu produksi insulinnya dan dihambat kerja enzim alfaglikosidase-nya,” papar Ahkam.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara kerja buah merah tidak merangsang produksi insulin, tetapi menghambat enzim alfa-glikosidase. Enzim itu berperan mendegradasi karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh menjadi glukosa. Bila enzim itu dihambat, proses konversi karbohidrat menjadi glukosa bisa ditekan.</p>
<p style="text-align:justify;">Buah merah juga baik untuk meningkatkan efektivitas kerja insulin mengatur kadar gula darah. Ahkam menduga, cara kerja buah merah itu disebabkan asam-asam lemak yang terkandung dalam anggota famili Arecaceae itu. Konsumen harus memperhatikan dosis konsumsi. Untuk penderita diabetes, Ahkam menganjurkan untuk mengkonsumsi 2 kali saat pagi dan sore masing-masing 1 sendok makan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika harus memilih antara buah merah dan VCO, Ahkam menyarankan penderita diabetes sebaiknya memilih VCO. Meski hanya bekerja dengan satu cara, yaitu merangsang produksi insulin, peran VCO lebih efektif. Sedangkan peran buah merah sebagai penghambat enzim alfa-glukosidase, kurang efektif karena enzim itu hanya bekerja jika konsumsi karbohidrat berlebih.</p>
<p style="text-align:justify;">Tumbuhan obat asal Papua lainnya yang akhir-akhir ini populer adalah sarang semut. “Sarang semut belum terbukti empiris untuk diabetes,” kata Ahkam. Sarang semut tidak bisa mengontrol gula darah, tetapi bisa sebagai pelengkap pengobatan diabetes. Kandungan antioksidan pada sarang semut berperan meningkatkan kekebalan tubuh dan melancarkan pembuluh darah yang tersumbat tumpukan gula.</p>
<p style="text-align:justify;">Dokter Masjhoer berpendapat, penderita diabetes sebaiknya menghindari mengkonsumsi sarang semut. Pasalnya, kadar karbohidrat sarang semut cukup tinggi yaitu 78,94 g. Namun, Ahkam menandaskan, karbohidrat sarang semut adalah karbohidrat kompleks sehingga tak sempat diolah tubuh menjadi glukosa. Jadi, tetap aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.<br />
Uji klinis</p>
<p style="text-align:justify;">Meski VCO, buah merah, dan teripang yang secara empiris berkhasiat meredakan gula darah penderita diabetes, tak sertamerta bisa dianggap sebagai obat. “Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut menurut kaidah farmakologi,” kata dr Masjhoer. Khasiat suatu herbal tak bisa disimpulkan hanya dari kandungan gizi atau senyawa aktifnya. Apalagi kandungan senyawa atau gizi itu masih bersifat global.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sarang semut misalnya, diketahui mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang umum terdapat pada tanaman obat lain. Kandungan flavonoid dan tanin pun belum diketahui secara spesifi k. Sebab, flavonoid dan tanin banyak jenisnya. Jadi, “Saya tidak bisa menjelaskan, senyawa mana yang berperan meredakan kadar gula darah dan bagaimana cara kerjanya,” kata Masjhoer.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pun betakaroten dan tokoferol yang terdapat pada buah merah. Menurut Dr Erni H P MSc, farmakolog di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, “Itu sejenis vitamin. Keduanya tak menyembuhkan,” katanya. Masjhoer berpendapat, untuk mengetahui cara kerja suatu herbal, perlu diuji klinis pada manusia. Caranya, membandingkan efek antara pasien yang mengkonsumsi herbal dan pasien yang mengkonsumsi obat antidiabetes sintesis kimia yang sudah mapan di pasaran. Jika hasil perbandingan itu sejalan, maka cara kerja herbal bisa diasosiasikan dengan cara kerja golongan obat sintesis kimia yang diperbandingkan.<br />
Keamanan</p>
<p style="text-align:justify;">Hal senada disampaikan dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, ahli penyakit dalam RS Dr Soetomo,Surabaya. Meski penelitian VCO teruji klinis di luar negeri, tetap harus diujikan pada orangIndonesia. “Jenis penyakit dan pengobatan terkadang dipengaruhi faktor genetik,” ujar kepala Poliklinik Obat Tradisional RS Dr Soetomo itu. Herbal yang biasa dipakai orang Eropa, belum tentu cocok untuk orangIndonesia. “Jadi harus berhati-hati,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, usaha itu tampaknya dilakukan oleh beberapa dokter. Dokter Philemon Konoralma SpPD, misalnya. Dokter yang berpraktek di RS Mardi Rahayu, Kudus, Jawa Tengah, itu, tergerak untuk menguji khasiat VCO bagi kesehatan. Sebelum menguji pada para pasien, ia mencoba menguji khasiat VCO untuk dirinya sendiri dan ayah mertua yang menderita diabetes sejak lama.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 24 September 2005, ayah mertua-Yosep Dara-mengkonsumsi VCO 3 kali sehari masing-masing 1 sendok makan. Sejak mengkonsumsi VCO, konsumsi glibenklamid dihentikan. Hasil pemeriksaan gula darah Yosep Dara menunjukkan: pada 24 September 2005 (137 mg/dl), 25 September 2005 (178 mg/dl), 28 September 2005 (199 mg/dl), 2 Oktober 2005 (159 mg/dl). Gula darah terkontrol pada angka 97 mg/dl, 200 mg/dl, 134 mg/dl, 105 mg/dl, 119 mg/dl, dan 135 mg/dl. Gula darah terkontrol juga dialami Philemon. Ia berkesimpulan, VCO dapat mengontrol gula darah.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kondisi dirinya dan sang ayah mertua, dr Philemon mulai meresepkan VCO kepada para pasien. Salah satunya Komariah yang menderita diabetes sejak 10 tahun silam. Saat diperiksa darah pada 10 November 2005, gula darah mencapai 185 mg/dl.</p>
<p style="text-align:justify;">Seminggu mengkonsumsi VCO, ia kembali memeriksa kadar gula darah. Pada 17 November 2005, kadar gula darah turun menjadi 98 mg/dl, 22 November 2005 (112 mg/dl), dan 3 Februari 2006 (117 mg/dl). Bahkan, sakit ulu hati dan konstipasi yang kerap menyertai juga hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalangan medis berharap, uji klinis juga dilakukan pada herbal-herbal lainnya. Menurut dr Arijanto, mengkonsumsi herbal yang terpenting tak hanya khasiat, tetapi juga keamanan. Oleh sebab itu, sebelum uji klinis, perlu dilakukan uji praklinis seperti uji toksisitas untuk mengetahui dosis aman, dosis efektif, dan efek terhadap organ tubuh lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sayang, rangkaian uji klinis butuh waktu panjang. Meski begitu, dr Arijanto berpendapat, tidak keberatan jika masyarakat menggunakan herbal meski baru lolos uji praklinis. “Minimal diketahui faktor keamanan dan efek sampingnya,” katanya. Dr Willi Japaries MARS, pengobat herbal di Jakarta, menyarankan untuk menghentikan pengobatan jika terjadi perubahan pada fisik. (Imam Wiguna/Peliput: Destika Cahyana, Evy Syariefa, Rosy Nur Aprianti, &amp; Vina Fitriani)</p>
<div id="attachment_559" class="wp-caption aligncenter" style="width: 450px"><a href="http://sehatdiabetes.files.wordpress.com/2012/01/obat-herbal-diabetes-mellitus1.jpg"><img class="size-full wp-image-559" title="obat herbal diabetes mellitus" src="http://sehatdiabetes.files.wordpress.com/2012/01/obat-herbal-diabetes-mellitus1.jpg?w=500" alt="obat herbal diabetes mellitus"   /></a><p class="wp-caption-text">obat herbal diabetes mellitus</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.trubus-online.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=6&amp;artid=362 | Senin, 14 Agustus 2006</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=554&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2012/01/07/obat-mujarab-diabetes-mellitus-kencing-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sehatdiabetes.files.wordpress.com/2012/01/obat-herbal-diabetes-mellitus1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">obat herbal diabetes mellitus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penderita Diabetes Saat Hamil Cenderung Lahirkan Bayi Gemuk</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/penderita-diabetes-saat-hamil-cenderung-lahirkan-bayi-gemuk/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/penderita-diabetes-saat-hamil-cenderung-lahirkan-bayi-gemuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 11:54:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diabetes dan Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[ibu yang terserang diabetes selama kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal medis Diabates Care]]></category>
		<category><![CDATA[kadar gula darah ibu]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan berat tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan diabetes saat hamil]]></category>
		<category><![CDATA[resiko kegemukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[NEW YORK–MIOL: Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang diabetes selama kehamilan lebih mungkin untuk kelebihan berat badan atau jadi gemuk dibandingkan teman sebaya mereka, demikian hasil suatu studi baru. Namun, perawatan apa yang disebut diabetes saat hamil mengurangi resiko &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/penderita-diabetes-saat-hamil-cenderung-lahirkan-bayi-gemuk/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=551&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:13px;font-weight:normal;">NEW YORK–MIOL: Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang terserang diabetes selama kehamilan lebih mungkin untuk kelebihan berat badan atau jadi gemuk dibandingkan teman sebaya mereka, demikian hasil suatu studi baru.</span></h2>
<p style="text-align:justify;">
Namun, perawatan apa yang disebut diabetes saat hamil mengurangi resiko itu? Dr Teresa A. Hillier dan rekannya mengkaji hampir 10.000 pasangan ibu-anak yang terdaftar dalam rencana Kaiser Permanente di Hawaii dan di Pasifik Timur-laut selama masa dari 1995 sampai 2000. Perempuan yang sudah terserang diabetes tak dimasukkan.<span id="more-551"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penelusuran anak-anak itu 5 sampai 7 tahun kemudian mengungkapkan hubungan besar antara berat tubuh mereka dan kadar gula darah ibu mereka ketika diperiksa selama kehamilan, demikian laporan para peneliti tersebut di dalam jurnal medis Diabates Care.</p>
<p style="text-align:justify;">Secara khusus, seorang anak memiliki kemungkinan 28 persen lebih besar untuk kelebihan berat badan atau jadi gemuk ketika tingkat gula darah ibu mereka selama kehamilan berada pada posisi atas dibandingkan dengan yang memiliki gula darah pada posisi lebih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut tim Hillier, kecenderungan itu tetap tinggi setelah penelitian pada peningkatan berat tubuh ibu, usia ibu, jumlah kehamilan, etnik, dan berat tubuh bayi saat dilahirkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa resiko kegemukan tak meningkat tajam di kalangan anak-anak yang dilahirkan oleh ibu yang menjalani perawatan diabetes saat hamil.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hasil kami menunjukkan bahwa ‘jejak motabolis’ anak untuk mengalami kegemukan pada masa depan terlihat dengan satu, atau lebih, kondisi tidak normal dalam pemeriksaan toleransi gula darah,” demikian kesimpulan Hillier dan rekannya. “Resiko tersebut dapat berubah melalui perawatan diabetes saat hamil.” (Ant/OL-1)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: Media Indonesia Online</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=551&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/penderita-diabetes-saat-hamil-cenderung-lahirkan-bayi-gemuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Dapat Cegah Banyak Penyakit</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-dapat-cegah-banyak-penyakit/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-dapat-cegah-banyak-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 11:50:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[memperkuat organ-organ yang telah rusak]]></category>
		<category><![CDATA[memperlancar proses pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[memulihkan kondisi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mengonsumsi sayur-sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga kebiasan makan]]></category>
		<category><![CDATA[pakar obat alami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH–MIOL: Dr PA Karim, pakar obat alami dari India, mengimbau umat Islam untuk mengambil hikmah puasa Ramadhan ini dengan mengubah kebiasaan makan. Dr Karim, yang sedang melakukan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, kepada organisasi kantor berita Islam, IINA, menjelaskan &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-dapat-cegah-banyak-penyakit/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=549&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:13px;font-weight:normal;">JEDDAH–MIOL: Dr PA Karim, pakar obat alami dari India, mengimbau umat Islam untuk mengambil hikmah puasa Ramadhan ini dengan mengubah kebiasaan makan.</span></h2>
<p style="text-align:justify;">
Dr Karim, yang sedang melakukan ibadah umrah di Makkah, Arab Saudi, kepada organisasi kantor berita Islam, IINA, menjelaskan puasa selama Ramadhan bermanfaat bagi kesehatan bila dilakukan dengan benar dan sesuai dengan instruksi diet Nabi Muhammad SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut dia, puasa merupakan suatu kekuatan proses terapi yang dapat membantu orang memulihkan kondisi kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, asma, alergi, sakit kepala kronis, penyakit kencing manis (diabetes), penyakit jantung, tumor getah bening, lupus erythematosus, dan inflammatory autoimmune disorder.<span id="more-549"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“Puasa menyediakan suatu periode istirahat secara fisik, saat tubuh ini dapat memicu mekanisme penyembuhannya sendiri untuk memperbaiki dan memperkuat organ-organ yang telah rusak,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW, Dr Karim mengemukakan hendaklah umat Muslim menjaga kebiasan makan tidak melebihi tiga perempat isi perut, seperti sabda Nabi SAW, “Makanlah seusai dengan kapasitas perut, yaitu sepertiga berisi makanan, sepertiga berisi air, dan sepertiga lagi berisi udara.”</p>
<p style="text-align:justify;">Ia menggaris-bawahi bahwa Islam memperkenalkan kewajiban berpuasa selama sebulan untuk membantu umat Muslim meningkatkan spiritual dan kesehatan fisik mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr Karim memberi nasehat umat Muslim yang berpuasa agar makan makanan berat hanya cukup sekali di waktu malam dan memperbanyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran saat iftar (buka puasa) dan sahur guna mempercepat proses penyembuhan penyakit.</p>
<p style="text-align:justify;">“Jangan makan buah-buahan bersamaan dengan makan makanan berat. Sebaiknya makan sayur-sayuran salad sebelum makan makanan berat agar dapat memberi energi pada enzym di dalam tubuh dan memperlancar proses pencernaan,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Seseorang yang dapat mencegah banyak penyakit dan problem kesehatan, jika ia telah mengurangi kadar makan dan lebih baik mengkonsumi sayur-sayuran dan buah-buahan daripada makanan gorengan,” kata Dr Karim, yang jugaDirekturHygieneNaturopathyHospitaldikotaCalicut,India.</p>
<p style="text-align:justify;">Dr Karim secara khusus menyoroti kebiasaan makan umat Muslim India yang menyebabkan mereka menderita beragam penyakit.</p>
<p style="text-align:justify;">“Di India terdapat sekitar 145 juta warga Muslim, atau 12 persen dari total penduduk negara itu. Hampir 90 persen di antara mereka (warga Muslim) berobat di rumah sakit akibat menderita beragam jenis penyakit,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada waktu yang sama, katanya, persentase warga Hindu yang masuk rumah sakit hanya sekitar 10 persen. Padahal mereka merupakan penduduk mayoritas, 78 persen, di India.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut dia, hal itu terjadi karena kebiasan makan warga Muslim India berbeda dengan warga Hindu setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan warga Hindu adalah vegetarian (mengonsumsi sayur-sayuran) dan sedikit makan, dibandingkan dengan warga Muslim — yang lebih suka mengonsumsi daging dan makanan gorengan ketimbang sayur-sayuran.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghindari orang mengidap banyak penyakit, Dr Karim mengumandangkan suatu ideologi baru Cure without medicine (Sehat tanpa Obat).</p>
<p style="text-align:justify;">“Hal ini telah mendorong pengadaan beberapa rumah sakit naturopathi diIndiadan di mana-mana di seluruh dunia,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskannya, di India saat ini telah berdiri 300 rumah sakit naturopathi berbasis obat dan ramuan alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Di negara bagianKarala,Indiaselatan, tempat berbaktinya Dr. Karim, telah berdiri 30 rumah sakit naturopathi.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak PendiriIndia, Mahatma Ghandi, merupakan tokoh pengguna obat alami dan dia pula yang mendorong berdirinya rumah sakit naturopathi itu. (Ant/OL-1)</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: MIOL &#8211; Kamis, 20 September 2007 09:25 WIB</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=549&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-dapat-cegah-banyak-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetap Ramping di Bulan Puasa</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/tetap-ramping-di-bulan-puasa/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/tetap-ramping-di-bulan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 11:46:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[detoksifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[menurunkan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[metabolisme baik]]></category>
		<category><![CDATA[pola makan yang salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pola makan kita akan berubah drastis. Bagi sebagian orang, menjalankan ibadah puasa bisa menurunkan berat badan. Namun bagi sebagian yang lain, ibadah puasa justru malah semakin menambah bobot tubuhnya. Ini lantaran pola makan &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/tetap-ramping-di-bulan-puasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=547&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="font-size:13px;font-weight:normal;">Dalam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, pola makan kita akan berubah drastis. Bagi sebagian orang, menjalankan ibadah puasa bisa menurunkan berat badan. Namun bagi sebagian yang lain, ibadah puasa justru malah semakin menambah bobot tubuhnya. Ini lantaran pola makan yang salah saat sahur dan berbuka. Lantas, pola makan seperti apa yang harus kita terapkan agar tubuh kita tetap ideal, meski menjalankan ibadah puasa.</span></h2>
<p style="text-align:justify;">
Di bulan yang suci ini, umat muslim diperintahkan untuk menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan ibadah puasa. Tidak makan dan minum adalah salah satunya. Selama kurang lebih 12 jam dalam jangka waktu 30 hari, tubuh diberikan pola hidup baru untuk mengalihkan pola makan mereka menjadi petang dan dini hari.<span id="more-547"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut dr Inayah Budiasti, MS, SPGK, puasa di bulan Ramadhan adalah wktunya tubuh untuk berbenah diri setelah kurang lebih 10-12 bulan bekerja penuh dan maksimal dengan istirahat yang terbatas (hanya 5-8 jam sehari, yakni saat tidur). Dengan waktu yanag cukup lama, diharapkan setelah puasa, tubuh akan kembali bekerja dengan kinerja yang terbaik.</p>
<p style="text-align:justify;">“Puasa adalah masa detoksifikasi atau proses untu membuang racun yang didapat dari makanan yang kita makan dan dari lingkungan sekitar. Karena terkadang, kita tidak mengetahui kalau lingkungan tersebut sudah tercemar,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ditambahkan pula olehnya, puasa adalah cara membuang racun terbaik dibandingkan dengan cara-cara yang ditawarkan klinik-klinik kecantikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap manusia terutama perempuan memiliki metabolisme yang berbeda-beda dalam mengurai makanan. Sehingga terkadang seseorang akan terlihat memiliki postur yang tidak sama, sekalipun jenis makanan dan waktu memakan yang sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan metabolisme manusia seperti diterangkan oleh dr Inayah adalah, ada seseorang yang metabolismenya baik (terlampau baik) sehingga orang itu akan mudah sekali menurunkan berat badan. Bahkan jauh melebihi penurunan berat badan yang ia inginkan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Mungkin faktor yang mudah diingat adalah gen (turunan) dan cara orang itu merawat organ dalam tubuh sehingga organ tersebut bekerja semakin baik,” tuturnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada orang yang metabolismenya baik, saat puasa penurunan berat badannya secara alami dapat mencapai 5-6 kilogram. “Itu pun tidak ada penambahan-penambahan obat atau semacamnya. Cukup teratur saja,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hasilnya pun akan semakin baik bila pada orang tersebut ditambah semacam latihan atau olahraga yang terprogram dengan kadar yang ringan, namun tepat guna.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan yang kedua adalah mereka yang memiliki pencernaan kurang baik sehingga makanan tidak terurai secara sempurna dan mengendap menjadi lemak di bawah kulit.</p>
<p style="text-align:justify;">“Sama seperti tadi, faktor gen dn pola hidup pun menjadi pencetusnya, “tandasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak seperti mereka yang memiliki metabolisme baik, orang yang pencernaannya kurang baik hanya mampu menurunkan berat badan hingga dua sampai empat kilogram saja. “Sebenarnya seseorang akan terlihat ramping selama puasa yang menghabiskan waktu 30 hari. Itu kalau mereka sudah bisa mengadaptasikan diri dengan pola hidup yang baru,” terangnya. (adit/genie/via)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=547&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/tetap-ramping-di-bulan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes-2/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 11:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puasa Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan hormon insulin]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala DM]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi pada mata]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur kadar gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[menjalankan ibadah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Penderita diabetes mellitus]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kronis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Ramadhan biasanya disambut penuh bahagia. Namun bagi sebagian penderita Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, menjalankan ibadah puasa kadang sangat menyulitkan. Lantas, apakah penderita DM boleh berpuasa? Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis (menahun) yang terjadi akibat gangguan hormon insulin &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=545&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bulan Ramadhan biasanya disambut penuh bahagia. Namun bagi sebagian penderita Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis, menjalankan ibadah puasa kadang sangat menyulitkan. Lantas, apakah penderita DM boleh berpuasa?</p>
<p style="text-align:justify;">Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis (menahun) yang terjadi akibat gangguan hormon insulin dalam tubuh. Hormon ini berfungsi untuk mengatur kadar gula darah agar tidak terlalu tinggi. Karena, kadar gula yang terlalu tinggi dapat menyebabkan berbagai gangguan, terutama pada pembuluh darah dan syaraf.<span id="more-545"></span></p>
<p>Gejala DM sangat bervariasi dan mungkin sama sekali tidak bergejala. Biasanya hanya muncul gejala ringan atau gejala cukup berat. Pada DM tipe pertama, gejala klasiknya adalah sering kencing (poliuria), sering merasa haus (polidipsi), badan menjadi kurus dan sering kelelahan. Sementara penderita DM tipe kedua, mengalami gangguan komplikasi pada mata, gagal ginjal, sering kesemutan pada jari tangan dan kaki, gairah seks menurun dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara berdasarkan ketergantungan pada insulin, DM di bagi menjadi dua tipe. Penderita DM tipe pertama sangat membutuhkan tambahan insulin dari luar tubuh. Biasanya disuntikkan. Sedangkan penderita DM tipe kedua tidak tergantung pada insulin.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Boleh Berpuasa</h3>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan risiko yang mungkin terjadi, tidak setiap penderita DM boleh menjalankan ibadah puasa. Yang dikhawatirkan adalah risiko terjadinya hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal) akibat tidak adanya asupan makanan selama berpuasa. Atau risiko hiperglikemia (kadar gula darah berlebihan) karena makan yang berlebihan setelah berbuka puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">“Penderita DM dapat mengontrol kadar gula darahnya hanya dengan merencanakan pola makanan yang tepat dan olehraga yang cukup. Kalau hal ini bisa dilakukan, penderita DM boleh menjalani ibadah puasa. Demikian pula dengan penderita DM yang memerlukan obat-obatan untuk mengontrol kadar gula darahnya. Mereka boleh berpuasa, dengan catatan harus melakukan perubahan pola makan, memperbanyak aktivitas fisik dan jadwal minum obat yang rutin,” kata dr F Eliana Taufik SpPD, Ahli Penyakit Dalam RS Mitra Kemayoran,Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, sebelum penderita DM menjalani puasa, sebaiknya mereka memeriksakan diri ke dokter untuk mengukur kadar gula darah. Cara ini dilakukan agar bisa mengendalikan kadar gula darah. Yang dimaksud dengan kadar gula darah terkendali adalah kadar gula darah di pertahankan kurang dari 110 miligram/desiliter darah selama puasa dan 160 miligram/desiliter darah setelah berbuka puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Eliana menambahkan, kondisi gula darah tidak seimbang jika pasien terus-menerus mengkonsumsi makan yang banyak mengandung gula. Jika pasien memiliki disiplin diri dengan tidak mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak, maka pasien tak akan mengalami gangguan berarti. Mereka bisa tetap menjalani puasa dengan baik, tanpa harus takut kadar gula darahnya meningkat.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun bagi penderita diabetes lanjut Eliana, harus segera membatalkan puasa jika terjadi hipoglikemi. Tanda-tanda terjadinya hipoglikemi yang dapat diamati seperti tampak gelisah, berkeringat dingin, bingung, gemetar, jantung berdebar-debar, kesemutan pada lidah atau bibir dan mengalami penglihatan ganda. Bila dibiarkan berlanjut, dapat terjadi kejang-kejang dan terjadi penurunan kesadaran hingga mengalami koma. Biasanya, hipoglikemi terjadi pada sore hari, saat menjelang berbuka puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara penderita hiperglikemi akan mengalami gejala seperti, sering kencing (poliuria), sering merasa haus (polidipsi), badan menjadi kurus dan sering kelelahan. Namun kalau sudah kronis, biasanya penderita mengalami gangguan daya penglihatan, sering merasa kesemutan pada jari tangan dan kaki, penurunan gairah seks dan gagal ginjal. Kondisi ini biasanya terjadi setelah berbuka puasa. Karena terlalu banyak zat gula yang masuk ke dalam tubuh lewat makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, jika Anda mengetahui ada teman, kerabat atau keluarga yang mengalami gejala seperti itu, segera dilarikan ke rumah sakit. Pada kondisi ini, harus ada intervensi media untuk menurunkan kadar gula darah. Karena orang awam tidak bisa melakukannya. (jack/genie/via)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=545&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/12/12/puasa-sehat-bagi-penderita-diabetes-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengkonsumsi Gula</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengkonsumsi-gula/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengkonsumsi-gula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 12:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Makanan Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[mengatur asupan gula ke dalam tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[pemanis buatan]]></category>
		<category><![CDATA[siklamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KCM &#8211; Siapa tak suka dengan rasa manis? Boleh dikata, bahkan tak ada seorang pun menolak jika harus menempatkan rasa manis sebagai pilihan utama pada menu yang dikonsumsi. Nah, sebagai salah satu rasa dasar, manis awalnya identik dengan gula. &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengkonsumsi-gula/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=542&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">JAKARTA, KCM &#8211; Siapa tak suka dengan rasa manis? Boleh dikata, bahkan tak ada seorang pun menolak jika harus menempatkan rasa manis sebagai pilihan utama pada menu yang dikonsumsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, sebagai salah satu rasa dasar, manis awalnya identik dengan gula. Dari alam, gula yang kita kenal sekarang, berasal dari tanaman tebu, bit, serta keluarga palma seperti kelapa dan aren.</p>
<p>Gula atau sukrosa adalah bentuk dari karbohidrat. Pada prosesnya, sukrosa mesti melalui pemurnian untuk menjadi gula kristal yang dikenal khalayak.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk manusia, gula bagi sel-sel tubuh merupakan energi yang menggerakkan sel-sel. Gula pun membuat sel-sel otot bisa bergerak, enzim dapat membuat enzim, sel darah putih bisa melawan penyakit, dan lain-lain. Sejatinya, gula yang juga terkandung di dalam ExtraJoss, adalah energi untuk proses berguna bagi tubuh.<span id="more-542"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hasil riset ilmiah menunjukan, antara 40 persen sampai dengan 60 persen total kalori kebanyakan orang diperoleh dari karbohidrat, khususnya kompleks, dan mengandung gula alami. Sekadar Anda tahu, karbohidrat kompleks mengandung kalori, vitamin, mineral, dan serat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, perkembangan teknologi memang memunculkan beberapa temuan pemanis buatan. Misalnya, siklamat. Uniknya, siklamat memiliki kadar kemanisan hingga 200 kali gula alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Makanya, pemakaian siklamat dalam jumlah sedikit ketimbang gula alami, sudah menghasilkan rasa manis. Oleh karena itulah, pilihan pada siklamat sebagai pengganti gula alami kerap diambil oleh pelaku bisnis minuman maupun makanan. Dari segi biaya, lebih efisien menggunakan siklamat bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sudah menyatakan hal pemanis buatan itu. Keputusan Kepala Badan POM No HK 00.05.5.1.4547 tahun 2004 pasal 2 butir 2 menyatakan pemanis buatan digunakan pada pangan rendah kalori dan pangan tanpa penambahan gula. Selain itu pemanis buatan sebenarnya hanya untuk penderita diabetes mellitus atau orang yang sedang diet saja (Peraturan Menteri Kesehatan No. 208 tahun 1985 pasal 10 ayat 4 dan pasal 11 ayat 2 butir c).</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali pada gula, pada akhirnya, sama tidak bijaksananya jika Anda mengonsumsi berlebihan. Soalnya, segala sesuatu yang berlebihan, ujung-ujungnya akan membawa banyak kerugian. Beragam penyakit, utamanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pola makan berikut sikap tegas mengatur asupan gula ke dalam tubuh adalah cara paling tepat agar Anda tetap hidup sehat. (Josephus Primus)<br />
Penulis: primus</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=542&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengkonsumsi-gula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jus sebagai Penyembuh Penyakit</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/jus-sebagai-penyembuh-penyakit/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/jus-sebagai-penyembuh-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 12:54:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Makanan Diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[kurangnya vitamin]]></category>
		<category><![CDATA[membersihkan usus]]></category>
		<category><![CDATA[menghilangkan kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[mengurangi kristal asam]]></category>
		<category><![CDATA[menurunkan berat badan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Sebagaimana diketahui bahwa para ahli telah sepakat bahwa penyebab nomor satu dari sebagian besar penyakit adalah kurangnya vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh. Padahal vitamin dan mineral ini begitu melimpah ruah dalam buah dan sayuran segar disekeliling kita. Tetapi sebagian &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/jus-sebagai-penyembuh-penyakit/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=539&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebagaimana diketahui bahwa para ahli telah sepakat bahwa penyebab nomor satu dari sebagian besar penyakit adalah kurangnya vitamin dan mineral tertentu dalam tubuh. Padahal vitamin dan mineral ini begitu melimpah ruah dalam buah dan sayuran segar disekeliling kita. Tetapi sebagian besar dari kita sangat sulit untuk makan buah dan sayuran sebanyak yang kita perlukan. Jika anda sanggup atau punya waktu untuk mengunyah sekantung wortel atau sekantung bayam sehari, maka artikel ini bukan untuk anda.</p>
<p>Normal Walker (1886 &#8211; 1985), penulisa <em>Fresh Vegetable and Fruit Juice</em>, dapat mencapai umur  hampir 100 tahun dengan mempraktekan apa yang diajarkannya: “Kekurangan elemen tertentu, seperti vitamin organik, dari diet kita adalah penyebab utama hampir setiap penyakit”, demikian disebutkan dalam salah satu tulisannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua sel dalam tubuh tergantung pada nutrisi yang tepat. Tanpa nutrisi ini, sel-sel tersebut tidak dapat berfungsi. Untuk mempertahankan sel-sel tersebut, makanan yang dimakan harus dicerna dengan baik.<span id="more-539"></span><br />
Untuk mendapatkan manfaat terbesar dari sayuran dan buah-buahan, makanlah yang masih segar. Makanan yang segar itu memungkinkan enzim bekerja dengan kekuatan penuh , sehingga memberikan dorongan langsung bagi sistem metabolisme tubuh.<!--more--></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa harus Jus ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat ilmu pengetahuan belum mengetahui berapa banyak vitamin dan mineral yang kita perlukan untuk menjadi sehat. Tetapi para ahli sependapat bahwa terdapat mikor-nutrien yang fungsinya masih misteriius. Substansi-substansi tersebut ditemukan dalam jumlah kecil di semua makanan segar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, para ahli telah mengetahu manfaat wortel, yang mengandung beta-karoten dan vitamin A dalam jumlah besar. Para ilmuwan telah berhasil mengekstrak bahan-bahan ajaib ini menjadi pil-pil yang siap telan, yang menurut mereka dapat mempertahankan kesehatan jantung dan mencegah kanker.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi wortel memiliki manfaat lain selain dari beta-karoten dan vitamin A. Terdapat substansi lain yang dinamakan karotenoid, yang tidak Anda temukan di dalam pil vitamin. Anda hanya dapat menemukannya dari wortel segar.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kebanyakan dari kita sangat malas makan buah atau sayuran segar secara langsung, karena diperlukan waktu yang jauh lebih panjang untuk mencerna buah dan sayuran utuh. Jus secara cepat dan efesien diserap oleh tubuh –kadang-kadang dalam beberapa menit setelah dikonsumsi.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu banyak khasiat dan manfaat berbagai jenis buah dan sayuran segar dan masing-masing memiliki sifat penyembuhannya yang berbeda. Vitamin, mineral, protein, lipid dan karbohidrat yang ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda, bekerja pada organ dan penyakit tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai contoh, jus apel dengan dagingnya membantu mengurangi kristal asam yang menumpuk di sendi-sendi– jadi menghilangkan nyeri artritis. Adas menghilangkan heartburn dan jus semangka dapat menyembuhkan kolik.</p>
<p style="text-align:justify;">Manfaat lain, jus membantu menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan berat badan itu. Jus tomat dapat menghilangkan kecanduan akan <em>junk food</em>, dan jus buah yang manis menghilangkan kecanduan akan kuke , cookies, dan permen.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu buah dan sayuran segar memiliki kandungan serat yang tinggi, yang dalam istilah nutrisi dinamakan “roughage“. Fungsinya yang paling penting di saluran penceraan adalah mendorong pergerakan bahan makanan melaui usus. Serat larut dapat mengikat kolestrol di dalam saluran cerna sehingga tidak terserap oleh tubuh. Serat larut ini membersihkan usus.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun karena “juicer” menyaring sebagian besar serat, sehingga hanya menghasilakan cairan saja maka untuk mendapatkan khasit penuh dari sayuran atau buah tersebut, ambillah sebagian besar serat tersebut dan kembalikan ke minuman anda. Atau gunakan sebagai campuran untuk memasak kue atau makanan lainnya. Gunakan untuk menjadikan roti atau kur yang kaya serat dan lezat.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: Booklet Jus yang Berkhasiat oleh Irwin Lim Nan Sen</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=539&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/jus-sebagai-penyembuh-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengontrol Diabetes Alat Tes Gula Darah &#8220;Glucose Meter&#8221;</title>
		<link>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengontrol-diabetes-alat-tes-gula-darah-glucose-meter/</link>
		<comments>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengontrol-diabetes-alat-tes-gula-darah-glucose-meter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 12:50:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sehatdiabetes</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[alat tes gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[Glucose Meter]]></category>
		<category><![CDATA[memantau glukosa darah]]></category>
		<category><![CDATA[self monitoring of blood glucose]]></category>
		<category><![CDATA[SMBG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sehatdiabetes.wordpress.com/?p=537</guid>
		<description><![CDATA[Glucose Meter atau biasa disebut alat tes gula darah adalah alat yang digunakan oleh para penderita diabetes untuk memantau glukosa darah, dalam bahasa batak prosedur ini disebut self monitoring of blood glucose (SMBG) –- saya translasikan menjadi: Swa Monitor Banyaknya &#8230; <a href="http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengontrol-diabetes-alat-tes-gula-darah-glucose-meter/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=537&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Glucose Meter</strong> atau biasa disebut alat tes gula darah adalah alat yang digunakan oleh para penderita diabetes untuk memantau glukosa darah, dalam bahasa <em>batak</em> prosedur ini disebut self monitoring of blood glucose (SMBG) –- saya translasikan menjadi: <strong>S</strong>wa <strong>M</strong>onitor <strong>B</strong>anyaknya <strong>G</strong>ula darah–he..he.. maksa dikit tak apa lah..!.</p>
<p>Sebagai penderita diabetes, kita punya dua metode pengukuran yang dapat kita pilih.<br />
Pertama dengan menggunakan alat monitor gula darah seperti alat tes gula darah yang dapat kita temui di apotik atau toko alat kesehatan dan yang kedua dengan cara tes kadar gula darah biasa seperti yang dilakukan di laboratorium.<span id="more-537"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Alat tes gula darah bekerja ?</strong><br />
Sebagai pengguna alat tes gula darah, anda memerlukan beberapa tetes darah yang ditempatkan pada strip sekali pakai. Strip ini kemudian dimasukkan pada alat. Strip ini sudah dilapisi dengan bahan kimia khusus seperti glucose oxidose, dehydrogenase atau Hexokinase.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu tes dilakukan, bahan kimia ini bercampur dengan contoh darah yang telah diteteskan. Gula darah yang terdapat dalam darah tersebut lalu diukur oleh alat tes. Beberapa alat mengukur tingkat elektris yang ada dalam darah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada juga alat yang mengukur berdarasarkan jumlah cahaya yang direfleksikan dalam contoh darah. Hasil pengukuran akan ditampilkan oleh alat dalam angka tertentu.<br />
Bahkan ada alat yang dapat dihubungkan dengan PC untuk menyimpan hasil tes yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Memilih alat tes gula darah</strong><br />
Ada banyak alat tes gula darah yang tersedia di pasaran saat ini. Meskipun semuanya itu mempunyai kegunaan yang sama, Namur dalam beberapa hal ada beberapa perbedaan. Pilihan anda akan alat tes gula darah tergantung lepada beberapa faktor, antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;">• Jumlah darah yang diperlukan untuk tes.<br />
• Kecepatan alat tes dalam menyelesaikan pengukuran.<br />
• Kemampuan alat dalam menyimpan hasil tes.<br />
• Ukuran alat<br />
• Harga alat<br />
• Harga dari strip yang digunakan oleh alat.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua factor di atas dapat anda tanyakan pada penjualnya sebelum memutuskan untuk membeli dan tentnnya juga sa ngat bergantung pada isi kantong anda sendiri. Ada banyak sumber di internet yang mengupas tentang alat-alat ini salah satunya di Diabetessupplyresources.com.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Hal penting yang harus diketahui tentang Alat tes gula darah.</strong><br />
Karna ada begitu banyak pilihan, fitur-fiturnya pun kadang hanya beda-beda tipis. Oleh karena itu anda harus mengerti fitur apa yang tersedia pada alat anda. Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah rentang pengukuran gula darah yang dapat diukur oleh alat.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa alat dapat mengukur pada rentang yang cukup lebar. Biasanya alat ini dapat membaca dari rentang 0 hingga 600 mg/dl. Karena perbedaan dalam alat monitor gula darah, interpretasi dari hasil pengukuran yang tinggi maupun yang rendah harus dilakukan secara hati-hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda mengalami hasil pengukuran yang sangat tinggi ataupun sangat rendah dari pengukuran alat, pastikan dengan melakukan pengetesan ulang, dan bandingkan hasil keduanya. Periksa juga kalibrasi dari alat tersebut untuk memastikan hasilnya selalu akurat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal lain yang perlu diketahui tentang alat tes gula darah adalah perbedaan antara <strong>whole blood </strong>glucose dan <strong>plasma glucose </strong>. Level gula darah dalam plasma biasanya lebih tinggi dari hasil yang ditemukan dalam darah (whole-blood).<br />
Pengukuran ini bahkan tinggi setelah makan. Oleh karena itu anda (dan dokter anda) harus tau apakah alat tes yang digunakan menyajikan hasil dari pengukuran whole-blood atau dari plasma.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sehatdiabetes.wordpress.com/537/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sehatdiabetes.wordpress.com/537/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sehatdiabetes.wordpress.com&amp;blog=8290115&amp;post=537&amp;subd=sehatdiabetes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sehatdiabetes.wordpress.com/2011/11/18/mengontrol-diabetes-alat-tes-gula-darah-glucose-meter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5de7390bba8dc1560e1c52294a99f6fc?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sehatdiabetes</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
